Beberapa tahun lalu, saya pernah merasa bangga saat bisa menjelaskan pelajaran dengan lancar. Semua konsep tersampaikan, papan tulis penuh, dan murid-murid menulis cepat sambil mengangguk.
Dalam hati, saya berkata, “Alhamdulillah, saya berhasil membuat mereka paham.”
Namun seiring waktu, saya mulai sadar— ternyata mengajar bukan hanya tentang seberapa hebat kita menjelaskan, melainkan seberapa dalam murid merasakan kehadiran sosok guru.
#Ketika Murid Bertanya, Guru Belajar
Suatu hari, seorang murid bertanya dengan polos, “Pak, kenapa setiap kali bapak ngajar saya semangat dan bisa, tapi pas ngerjain sendiri saya malah bingung lagi?”
Pertanyaan sederhana itu menampar lembut.
Saya sadar, selama ini terlalu sibuk memastikan materi tersampaikan, tapi lupa memastikan murid tersentuh.
Saya hadir sebagai penyampai, bukan pendamping.
Dan di situlah saya mulai belajar ulang tentang arti menjadi guru.
#Belajar Menjadi Pendamping, Bukan Penghakim
Perlahan saya mulai mengubah cara mengajar.
Lebih banyak bertanya daripada menjelaskan.
Berusaha mendengarkan alasan di balik kesalahan, bukan langsung memperbaiki jawaban.
Saya belajar menahan keinginan memberi solusi cepat, dan menggantinya dengan kalimat:
“Kira-kira ada nggak cara yang lain?, Coba kalau kita pakai cara yang berbeda."
Ternyata, ketika murid merasa ditemani, bukan dihakimi, mereka belajar lebih berani.
Mereka mau mencoba, berpendapat, bahkan berani salah dan belajar dari kesalahan itu sendiri.
#Makna Sejati Pendidikan
Kini saya mulai sedikit paham:
menjadi guru bukan soal seberapa banyak ilmu yang bisa dibagikan,
melainkan seberapa banyak hati yang bisa dihangatkan.
Ilmu bisa ditemukan di mana saja,
tetapi rasa aman untuk belajar hanya muncul di ruang yang penuh kasih dan sabar.
Dan bukankah itu inti dari pendidikan sejati?
Bukan tentang menimbun pengetahuan,
tapi menumbuhkan keberanian untuk terus belajar.
#Refleksi
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Bisa jadi jalan menuju surga tidak hanya ditempuh oleh murid yang belajar, tapi juga oleh guru yang setia menemani mereka dengan penuh kesabaran.

No comments
Post a Comment